“Akhirnya datang juga…”

19 04 2008

Sebuah pengumuman yang telah lama kunanti, tes yang dimulai dari November 2007 (6 bulan). Pengumuman dari kawasan indonesia timur yaitu sebuah perusahaan pemerintah (BUMN) PT.Semen Tonasa. Kemarin Kabar itu datang melalui emailku, aku dinyatakan lulus. 

Syukur alhamdulilah kepada Allah,Swt langsung kuhaturkan dalam doa saat sujud syukurku. Engkau telah menjawab semua doa2 dalam sholat dan tahajud2ku. Sebuah berkah atas semua usaha dan doa2 orang yang menyayangiku.

Kelulusan ini kupersembahkan kepada ibuku yang sedang sakit, insya Allah berita ini membawa kebaikan dan kesehatan buat ibu. Terima kasih atas semua pengorbananmu melahirkan,membesarkan,mendidik dan selalu mendoakanku. Ibu, Engkau adalah wanita yang sangat kuhormati sepanjang hayatku. Aku tak akan mengkhianati seluruh ajaranmu tentang kejujuran,ketabahan,semangat dan tekad. Ibu, Engkau telah melahirkan anak2 hebat dari rahimmu yang bisa selalu mandiri dan pantang menyerah. Semua itu adalah tauladan yang sangat berharga buatku.

Terima kasih buat ayahku atas didikanmu yang keras selama ini,membuatku menjadi pekerja keras yang tak pernah takut akan keterbatasan. Atas didikanmu pula aku mengerti arti kasih sayang buat ibu dan adik2ku, engkau telah mengajarkanku tentang tanggung jawab seorang lelaki sejati. Seorang yang tak akan pernah lari dari kenyataan dan bahwa keberhasilan itu terukur dari bukti.

Terima kasih buat adik2ku yang selalu menyemangatiku meskipun banyak cobaan yang kulalui. Kalian adalah penyemangat sejatiku, Abang tak pernah bisa melihat kalau kalian susah oleh karena itu abang selalu punya semangat yang kuat kalau selalu ingat kalian. Semua itu pula yang membuat abang selalu gigih untuk kehidupan yang lebih baik.

Terima Kasih buat wanita yang kelak menjadi istri dan ibu dari anak2ku, cita2 kita sudah terwujud. Engkau telah banyak menjadi sumber inspirasiku tentang masa depan, kesetiaanmu selalu kuhargai sebagai sesuatu yang selalu harus kupertahankan. Semua dukunganmu baik materi dan juga moril adalah sesuatu yang sangat kubutuhkan untuk mencapai impian ini.  

Terima kasih atas dukungan teman2ku selama ini, baik selama kuliahku maupun selama proses seleksi ini. Special terima kasihku buat bang kalmen, Azani, Hamsar, Abdullah Syafii jasa kalian akan selalu ku kenang. Sangat susah mendapatkan teman baik, yang bisa berbagi derita tapi kalian adalah teman terbaik.

Terima kasih tak lupa pula kuucapakan special buat bu Yetti, pak Darlson, pak Mahdar manajemen dari Semen Tonasa yang mewawancaraiku. Kepercayaan dari kalian adalah amanah buatku yang akan selalu menjadi tuntunan dalam pekerjaanku. Aku akan bekerja keras dan bersungguh2 demi kemajuan perusahaan kedepan.

 





“28 Tahun Usiaku”

16 04 2008

Selamat ulang tahun, itulah ucapan yang selalu kita dengar saat tanggal kelahiran disetiap tahun. Tak lupa ucapan doa untuk keberhasilan dan kebahagiaan. Tak terasa sudah semakin larut waktuku didunia ini, beberapa hari kemarin genap 28 tahun usiaku.

Setiap tahun aku selalu menghadiahkan sesuatu keberhasilan untuk diriku. Baik itu keberhasilan pendidikanku, mendapatkan pekerjaan ataupun keberhasilan atas prestasi kerjaku. Semua itu aku sendiri yang menghadiahkannya dan kurayakan dengan caraku sendiri. Seperti tahun2 sebelumnya tepat malam hari ditanggal 14 april, aku gelisah tidur hingga aku  terbangun ditengah malam. Lalu aku berdoa dalam tahajudku untuk kehidupan yang lebih baik buat diriku, keluargaku dan lingkungan sekitarku.

Tahun ini akan kulalui begitu banyak cobaan, hal itu terlihat dari grafik permasalahan finansialku yang tak kunjung membaik. Inilah sebuah resiko demi hari depan yang lebih baik buat diriku dan keluargaku dikemudian hari. Aku harus tetap optimis, disebalik cobaan ada hikmah yang tidak kuketahui. Semoga Allah,swt memberikan jalan keluar terbaik dalam rahasia2 Nya.Amin

Hanya doa agar aku tetap tabah dan tegar, seperti hakmal2 yang dulu selalu bisa melewati rintangan berat meski dalam keterbatasan. Jalan keberhasilan hanya selangkah lagi didepan mata, jika aku mau terus berusaha dan berdoa. Selalu kubayangkan wajah ibu agar semangatku tetap berkobar, semua ini kulakukan demi baktiku pada orang tuaku. Agar aku sempat melihat ibu tersenyum dipenghujung jalan keberhasilanku.

Semoga hari2 yang kulalui menjadi hari yang penuh makna demi hari esok yang akan kutatap dengan lebih baik. Selamat ulang tahun ke-28 semoga terwujud impianmu.





“Doaku untuk Ibu”

9 04 2008

Sore hari ini ponselku berdering, telfon dari rumah. Diseberang sana suara adikku dengan lirih mengabarkan berita buruk kepadaku. “Ibu terjatuh tadi pagi, dadanya sesak sulit bernafas“.

Setiap pagi ibu selalu ke pasar membeli bahan2 untuk jualan gorengan dengan sepeda. Ibu terjatuh dari sepeda, dadanya membentur setang sepeda. Sedih rasanya aku mendengar berita ini, Ibuku harus diantar kerumah sakit untuk diperiksa, berapapun biayanya bukan soal yang terpenting ibuku bisa sehat kembali. Kondisinya membiru dan ibu sulit makan dan bernafas. Adikku yang risau hanya bingung tak tahu apa harus dilakukan, ia hanya bisa memanggil tukang urut. 

Ibu adalah tulang punggung keluargaku saat ini. Semua kebutuhan harian dirumah untuk ayah, ibu dan 2 adikku adalah hasil jerih payah ibuku. Sejak ayah terserang stroke 7 tahun lalu ibulah yang mengambil tanggung jawab rumah tangga, tak pernah kulihat ia mengeluh meskipun berat deraan yang ia tanggung. Aku hanya bisa membantu buat pendidikan adik2ku, ingin rasanya kuminta beliau untuk berhenti berjualan. Tapi gajiku tidak cukup untuk biaya kuliah adikku di akademi kebidanan, adikku yang ikut tes kepolisian serta adikku yang masih sekolah.

Padahal bulan juni nanti adikku akan wisuda menjadi bidan. Adikku yang ikut tes kepolisian diminta kumpul kembali tanggal 22 april, insya allah adikku lulus. Aku sendiri sedang menunggu pengumuman akhir untuk bekerja di BUMN PT.Semen Tonasa paling lama tanggal 20 April ini.

Terkadang ada tanya dihatiku, adakah ini cobaan atas penantian kami…Kenapa harus ibu…

Aku teringat saat kuliahku dulu, dimana aku akan berhenti kuliah karena kurangnya biaya. Ibu memberikan uang untuk mengobati kakinya padaku, agar aku meneruskan pendidikanku di perguruan tinggi. Meskipun ibu saat itu tidak bisa berjalan, kakinya yang luka dan sulit sembuh karena diabates. Ibu berkata “kamal, ibu tidak sekolah.Ibu ingin salah seorang anak ibu bisa sekolah tinggi (sarjana,red)”. Mulai detik itu, aku bersumpah tidak akan pernah menyerah untuk kuliahku dan akan aku hadiahkan gelar sarjana untuk ibu.    

Aku tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap ibu. Aku belum bisa membahagiakan beliau, Ya ALLAH, Berilah kesembuhan pada ibuku. Jangan engkau beri cobaan yang berat terhadap ibu. Berilah kesempatan kepada kami anak2nya untuk melihat senyum kebahagiaan di wajahnya. Amin ya rabbal alamin.