“Doaku untuk Ibu”

9 04 2008

Sore hari ini ponselku berdering, telfon dari rumah. Diseberang sana suara adikku dengan lirih mengabarkan berita buruk kepadaku. “Ibu terjatuh tadi pagi, dadanya sesak sulit bernafas“.

Setiap pagi ibu selalu ke pasar membeli bahan2 untuk jualan gorengan dengan sepeda. Ibu terjatuh dari sepeda, dadanya membentur setang sepeda. Sedih rasanya aku mendengar berita ini, Ibuku harus diantar kerumah sakit untuk diperiksa, berapapun biayanya bukan soal yang terpenting ibuku bisa sehat kembali. Kondisinya membiru dan ibu sulit makan dan bernafas. Adikku yang risau hanya bingung tak tahu apa harus dilakukan, ia hanya bisa memanggil tukang urut. 

Ibu adalah tulang punggung keluargaku saat ini. Semua kebutuhan harian dirumah untuk ayah, ibu dan 2 adikku adalah hasil jerih payah ibuku. Sejak ayah terserang stroke 7 tahun lalu ibulah yang mengambil tanggung jawab rumah tangga, tak pernah kulihat ia mengeluh meskipun berat deraan yang ia tanggung. Aku hanya bisa membantu buat pendidikan adik2ku, ingin rasanya kuminta beliau untuk berhenti berjualan. Tapi gajiku tidak cukup untuk biaya kuliah adikku di akademi kebidanan, adikku yang ikut tes kepolisian serta adikku yang masih sekolah.

Padahal bulan juni nanti adikku akan wisuda menjadi bidan. Adikku yang ikut tes kepolisian diminta kumpul kembali tanggal 22 april, insya allah adikku lulus. Aku sendiri sedang menunggu pengumuman akhir untuk bekerja di BUMN PT.Semen Tonasa paling lama tanggal 20 April ini.

Terkadang ada tanya dihatiku, adakah ini cobaan atas penantian kami…Kenapa harus ibu…

Aku teringat saat kuliahku dulu, dimana aku akan berhenti kuliah karena kurangnya biaya. Ibu memberikan uang untuk mengobati kakinya padaku, agar aku meneruskan pendidikanku di perguruan tinggi. Meskipun ibu saat itu tidak bisa berjalan, kakinya yang luka dan sulit sembuh karena diabates. Ibu berkata “kamal, ibu tidak sekolah.Ibu ingin salah seorang anak ibu bisa sekolah tinggi (sarjana,red)”. Mulai detik itu, aku bersumpah tidak akan pernah menyerah untuk kuliahku dan akan aku hadiahkan gelar sarjana untuk ibu.    

Aku tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap ibu. Aku belum bisa membahagiakan beliau, Ya ALLAH, Berilah kesembuhan pada ibuku. Jangan engkau beri cobaan yang berat terhadap ibu. Berilah kesempatan kepada kami anak2nya untuk melihat senyum kebahagiaan di wajahnya. Amin ya rabbal alamin.


Tindakan

Information

2 tanggapan

27 01 2009
ridayani

Assalamualaikum Wr.Wb. Salam kenal, simpati saya buat ibu kamu. Mdh2an saat ini kondisinya sdh lebih baik (sdh lama jg kan?). Ok, sukses ya…..

5 08 2009
hakmal candra

Saat ini ibu sudah sehat dan sudah tidak jualan lagi.. Saya sudah bisa membiayai keluarga dikampung. thank,s

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.