Marhaban Yaa Ramadhan

11 09 2008

Ini adalah ramadhan yang kesekian kalinya kulewati tanpa bersama keluargaku. Sejak aku mulai bekerja di tahun 1999, tidak pernah lagi aku beramadhan bersama ibu dan bapakku. Tidak kurasakan lagi kolak dan cendol buatan ibu, aku sepertinya saat merindukan saat-saat itu. Disetiap sahur dan berbuka puasa, kami mengelilingi hidangan dengan duduk bersila bersama.

Diramadhan kali ini ada rasa yang berbeda, selain ramadhan pertamaku diluar pulau Sumatera. Ada hal lain yang paling berbeda, inilah lebaran pertamaku tidak bersama orang2 yang kusayangi dan kuhormati. Lebaran kali ini akan kurayakan ditempat kerjaku PT.Semen Tonasa di Pangkep, Sulsel. Aku tidak bisa pulang kekampung halaman karena biaya yang cukup mahal, biarlah kuobati rindu ini dengan mengirimkan doa dan permintaan maaf pada mereka.

Insya allah, dilebaran tahun depan aku bisa merayakannya dikampung halaman bersama ibu,bapak dan keluargaku. Melihat anak2 berlebaran dan membagikan salam tempel buat mereka, seperti aku masih kecil dahulu. Semakin hari tentu keadaan finansialku akan semakin membaik.Merasakan masakan ibu dan berlebaran bersama adik2ku. Aku rindu gulai dan rendang masakan ibu. Meskipun hanya gulai cakar ayam rasanya tetap lebih nikmat buatku daripada masakan dirumah makan. Hal itu dikarenakan ibu pandai memasak, itu adalah resep turun temurun orang minang.

Terima kasih ibu aku selalu merindukanmu dihatiku. Selamat menunaikan ibadah puasa dan berlebaran, meskipun berlebaran disini hatiku selalu ingat ibu… kaulah pujaan hatiku.





“Selamat datang Pangkep”

10 05 2008

Tanggal 1 mei yang lalu, saya tiba di Pangkep (Sulsel). Sebuah kota dipinggir laut seperti kota kelahiranku nun jauh disana Dumai Tercinta.Sebuah Kota tempat dimana saya akan bekerja hingga pensiun di kawasan timur indonesia, dimana perusahaan saya bekerja PT.Semen tonasa.
Kukatakan pada diriku ” aku harus bekerja keras mewujudkan mimpi2ku”. Meskipun jauh dari keluargaku, bukanlah menjadi persoalan apabila ini merupakan langkah menuju kebaikan yang lebih baik.

Aku membawa mimpi besar ke kota ini, menjadi orang yang berarti buat diriku, keluarga, perusahaan dan negeri ini. keinginanku memberangkatkan kedua orang tuaku untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci adalah sebuah janji didalam hatiku. Insya allah niat yang baik akan terwujud.Amin





“Akhirnya datang juga…”

19 04 2008

Sebuah pengumuman yang telah lama kunanti, tes yang dimulai dari November 2007 (6 bulan). Pengumuman dari kawasan indonesia timur yaitu sebuah perusahaan pemerintah (BUMN) PT.Semen Tonasa. Kemarin Kabar itu datang melalui emailku, aku dinyatakan lulus. 

Syukur alhamdulilah kepada Allah,Swt langsung kuhaturkan dalam doa saat sujud syukurku. Engkau telah menjawab semua doa2 dalam sholat dan tahajud2ku. Sebuah berkah atas semua usaha dan doa2 orang yang menyayangiku.

Kelulusan ini kupersembahkan kepada ibuku yang sedang sakit, insya Allah berita ini membawa kebaikan dan kesehatan buat ibu. Terima kasih atas semua pengorbananmu melahirkan,membesarkan,mendidik dan selalu mendoakanku. Ibu, Engkau adalah wanita yang sangat kuhormati sepanjang hayatku. Aku tak akan mengkhianati seluruh ajaranmu tentang kejujuran,ketabahan,semangat dan tekad. Ibu, Engkau telah melahirkan anak2 hebat dari rahimmu yang bisa selalu mandiri dan pantang menyerah. Semua itu adalah tauladan yang sangat berharga buatku.

Terima kasih buat ayahku atas didikanmu yang keras selama ini,membuatku menjadi pekerja keras yang tak pernah takut akan keterbatasan. Atas didikanmu pula aku mengerti arti kasih sayang buat ibu dan adik2ku, engkau telah mengajarkanku tentang tanggung jawab seorang lelaki sejati. Seorang yang tak akan pernah lari dari kenyataan dan bahwa keberhasilan itu terukur dari bukti.

Terima kasih buat adik2ku yang selalu menyemangatiku meskipun banyak cobaan yang kulalui. Kalian adalah penyemangat sejatiku, Abang tak pernah bisa melihat kalau kalian susah oleh karena itu abang selalu punya semangat yang kuat kalau selalu ingat kalian. Semua itu pula yang membuat abang selalu gigih untuk kehidupan yang lebih baik.

Terima Kasih buat wanita yang kelak menjadi istri dan ibu dari anak2ku, cita2 kita sudah terwujud. Engkau telah banyak menjadi sumber inspirasiku tentang masa depan, kesetiaanmu selalu kuhargai sebagai sesuatu yang selalu harus kupertahankan. Semua dukunganmu baik materi dan juga moril adalah sesuatu yang sangat kubutuhkan untuk mencapai impian ini.  

Terima kasih atas dukungan teman2ku selama ini, baik selama kuliahku maupun selama proses seleksi ini. Special terima kasihku buat bang kalmen, Azani, Hamsar, Abdullah Syafii jasa kalian akan selalu ku kenang. Sangat susah mendapatkan teman baik, yang bisa berbagi derita tapi kalian adalah teman terbaik.

Terima kasih tak lupa pula kuucapakan special buat bu Yetti, pak Darlson, pak Mahdar manajemen dari Semen Tonasa yang mewawancaraiku. Kepercayaan dari kalian adalah amanah buatku yang akan selalu menjadi tuntunan dalam pekerjaanku. Aku akan bekerja keras dan bersungguh2 demi kemajuan perusahaan kedepan.

 





“28 Tahun Usiaku”

16 04 2008

Selamat ulang tahun, itulah ucapan yang selalu kita dengar saat tanggal kelahiran disetiap tahun. Tak lupa ucapan doa untuk keberhasilan dan kebahagiaan. Tak terasa sudah semakin larut waktuku didunia ini, beberapa hari kemarin genap 28 tahun usiaku.

Setiap tahun aku selalu menghadiahkan sesuatu keberhasilan untuk diriku. Baik itu keberhasilan pendidikanku, mendapatkan pekerjaan ataupun keberhasilan atas prestasi kerjaku. Semua itu aku sendiri yang menghadiahkannya dan kurayakan dengan caraku sendiri. Seperti tahun2 sebelumnya tepat malam hari ditanggal 14 april, aku gelisah tidur hingga aku  terbangun ditengah malam. Lalu aku berdoa dalam tahajudku untuk kehidupan yang lebih baik buat diriku, keluargaku dan lingkungan sekitarku.

Tahun ini akan kulalui begitu banyak cobaan, hal itu terlihat dari grafik permasalahan finansialku yang tak kunjung membaik. Inilah sebuah resiko demi hari depan yang lebih baik buat diriku dan keluargaku dikemudian hari. Aku harus tetap optimis, disebalik cobaan ada hikmah yang tidak kuketahui. Semoga Allah,swt memberikan jalan keluar terbaik dalam rahasia2 Nya.Amin

Hanya doa agar aku tetap tabah dan tegar, seperti hakmal2 yang dulu selalu bisa melewati rintangan berat meski dalam keterbatasan. Jalan keberhasilan hanya selangkah lagi didepan mata, jika aku mau terus berusaha dan berdoa. Selalu kubayangkan wajah ibu agar semangatku tetap berkobar, semua ini kulakukan demi baktiku pada orang tuaku. Agar aku sempat melihat ibu tersenyum dipenghujung jalan keberhasilanku.

Semoga hari2 yang kulalui menjadi hari yang penuh makna demi hari esok yang akan kutatap dengan lebih baik. Selamat ulang tahun ke-28 semoga terwujud impianmu.





“Doaku untuk Ibu”

9 04 2008

Sore hari ini ponselku berdering, telfon dari rumah. Diseberang sana suara adikku dengan lirih mengabarkan berita buruk kepadaku. “Ibu terjatuh tadi pagi, dadanya sesak sulit bernafas“.

Setiap pagi ibu selalu ke pasar membeli bahan2 untuk jualan gorengan dengan sepeda. Ibu terjatuh dari sepeda, dadanya membentur setang sepeda. Sedih rasanya aku mendengar berita ini, Ibuku harus diantar kerumah sakit untuk diperiksa, berapapun biayanya bukan soal yang terpenting ibuku bisa sehat kembali. Kondisinya membiru dan ibu sulit makan dan bernafas. Adikku yang risau hanya bingung tak tahu apa harus dilakukan, ia hanya bisa memanggil tukang urut. 

Ibu adalah tulang punggung keluargaku saat ini. Semua kebutuhan harian dirumah untuk ayah, ibu dan 2 adikku adalah hasil jerih payah ibuku. Sejak ayah terserang stroke 7 tahun lalu ibulah yang mengambil tanggung jawab rumah tangga, tak pernah kulihat ia mengeluh meskipun berat deraan yang ia tanggung. Aku hanya bisa membantu buat pendidikan adik2ku, ingin rasanya kuminta beliau untuk berhenti berjualan. Tapi gajiku tidak cukup untuk biaya kuliah adikku di akademi kebidanan, adikku yang ikut tes kepolisian serta adikku yang masih sekolah.

Padahal bulan juni nanti adikku akan wisuda menjadi bidan. Adikku yang ikut tes kepolisian diminta kumpul kembali tanggal 22 april, insya allah adikku lulus. Aku sendiri sedang menunggu pengumuman akhir untuk bekerja di BUMN PT.Semen Tonasa paling lama tanggal 20 April ini.

Terkadang ada tanya dihatiku, adakah ini cobaan atas penantian kami…Kenapa harus ibu…

Aku teringat saat kuliahku dulu, dimana aku akan berhenti kuliah karena kurangnya biaya. Ibu memberikan uang untuk mengobati kakinya padaku, agar aku meneruskan pendidikanku di perguruan tinggi. Meskipun ibu saat itu tidak bisa berjalan, kakinya yang luka dan sulit sembuh karena diabates. Ibu berkata “kamal, ibu tidak sekolah.Ibu ingin salah seorang anak ibu bisa sekolah tinggi (sarjana,red)”. Mulai detik itu, aku bersumpah tidak akan pernah menyerah untuk kuliahku dan akan aku hadiahkan gelar sarjana untuk ibu.    

Aku tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap ibu. Aku belum bisa membahagiakan beliau, Ya ALLAH, Berilah kesembuhan pada ibuku. Jangan engkau beri cobaan yang berat terhadap ibu. Berilah kesempatan kepada kami anak2nya untuk melihat senyum kebahagiaan di wajahnya. Amin ya rabbal alamin.





“Nyanyian anak rantau”

28 03 2008

Padahal dulu tak pernah terfikirkan

Bahwa semua akan dialami

Juga perasaan ingin berbakti

Mungkin akan tiba saatnya

Seorang anak menangis dinegeri orang

Lantas ingin pulang

Tapi tak punya harapan 

Akhirnya hanya doa

Agar ibu tak lekas pergi

Sampai anaknya sempat kembali

Bercerita tentang hidup senang serba kecukupan

Seperti dalam dongeng-dongeng





“Hadiah sebuah keikhlasan”

26 03 2008

Ikhlas adalah sebuah kata yang penuh makna dan syarat akan arti tentang ketulusan yang tanpa pamrih. Setiap yang kita lakukan haruslah dengan ikhlas, baik untuk pribadi maupun orang lain. Dalam bekerja kita juga harus ikhlas agar kita terhindar dari rasa kecewa yang bisa berakibat frustasi.

Selalu kuingat kata itu “(ikhlas)”, dalam setiap langkahku demi masa depan keluargaku kelak. Meskipun banyak cobaan yang menghadang, selalu kuingat kata ikhlas agar aku tidak melupakan tanggung jawabku sebagai anak dari orang tuaku dan abang dari adik2ku. Kasih sayangku pada mereka bagai kasihku pada diriku, dari setiap tetes keringatku adalah pengabdian pengganti air mata mereka. Tiada kubiarkan air mata itu menetes kecuali air mata keharuan akan datangnya kegembiraan, biarlah kuganti airmata kesedihan dengan keringatku. Kusadari tiada pengganti lelahku agar semangatku tetap berkobar selain kata ikhlas, ikhlas dan ikhlas. Kata2 itu bagaikan meriam yang meluluh lantakkan keegoisanku dan membuatku selalu optimis akan hari esok yang lebih baik.

Dalam keyakinanku dan didalam Al Quran tertulis siapapun yang ikhlas akan dibukakan pintu rezki dari bumi dan langit. Dalam setiap doaku selalu kupinta keberhasilan buat diriku, keluargaku dan kebahagiaan buat orang tuaku.

Keikhlasan telah memberikan banyak keajaiban dalam hidupku, atas sesuatu yang ingin kucapai dalam hidupku. Kini keajaiban tersebut telah menjadi nyata, dimana aku bisa membangun sebuah rumah, menyelesaikan pendidikanku menjadi sarjana,membantu orang tua dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari yang kemarin serta membiayai adik2ku hingga perguruan tinggi. Dan saat ini aku sedang menunggu sebuah keajaiban besar dalam hidupku, Insya Allah semua keajaiban yang kuharapkan dapat terwujud seperti doaku dalam tahajud2 ku.Amin





“Jalan tak selamanya mendaki”

8 03 2008

Cobaan demi cobaan selalu datang silih berganti dalam hidupku. Terkadang ada rasa putus asa serta perasaan kurang beruntung. Padahal masih banyak orang lain yang lebih bernasib buruk dariku. Kusadari aku masih muda dan banyak yang bisa kuperbuat untuk diriku dan keluargaku. “Tak selamanya jalan itu mendaki” itulah kata positif yang selalu ku sugestikan dalam diriku, saat kesulitan menghampiriku agar semangatku bangkit kembali.

Saat pulang kekampung kulihat ibuku yang berjualan gorengan, kulihat ia tiada mengeluh ia begitu tabah sebagai seorang istri dan  ibu meskipun sudah 7 tahun ayahku terserang stroke. Kukatakan pada ibu “Tak selamanya jalan itu mendaki”, ibuku mengeluarkan air mata. Kutanyakan kenapa, ibu berkata ia kasihan melihatku harus menghabiskan gajiku untuk biaya adik2ku. Aku ikhlas bu, adik2ku adalah harapan masa depan keluarga ini. Aku ingin  ibu bahagia melihat keberhasilan anak2 ibu mewujudkan cita2nya, meskipun kita hidup serba kekurangan. Ibu telah memberikan teladan kepada kami agar tidak menyerah atas kekurang beruntungan keadaan, semangat dan tekadnya telah  menginspirasi sepanjang hayatku. Ibu kaulah cahaya hidupku seperti arti namamu Nurhayati.