Ini adalah ramadhan yang kesekian kalinya kulewati tanpa bersama keluargaku. Sejak aku mulai bekerja di tahun 1999, tidak pernah lagi aku beramadhan bersama ibu dan bapakku. Tidak kurasakan lagi kolak dan cendol buatan ibu, aku sepertinya saat merindukan saat-saat itu. Disetiap sahur dan berbuka puasa, kami mengelilingi hidangan dengan duduk bersila bersama.
Diramadhan kali ini ada rasa yang berbeda, selain ramadhan pertamaku diluar pulau Sumatera. Ada hal lain yang paling berbeda, inilah lebaran pertamaku tidak bersama orang2 yang kusayangi dan kuhormati. Lebaran kali ini akan kurayakan ditempat kerjaku PT.Semen Tonasa di Pangkep, Sulsel. Aku tidak bisa pulang kekampung halaman karena biaya yang cukup mahal, biarlah kuobati rindu ini dengan mengirimkan doa dan permintaan maaf pada mereka.
Insya allah, dilebaran tahun depan aku bisa merayakannya dikampung halaman bersama ibu,bapak dan keluargaku. Melihat anak2 berlebaran dan membagikan salam tempel buat mereka, seperti aku masih kecil dahulu. Semakin hari tentu keadaan finansialku akan semakin membaik.Merasakan masakan ibu dan berlebaran bersama adik2ku. Aku rindu gulai dan rendang masakan ibu. Meskipun hanya gulai cakar ayam rasanya tetap lebih nikmat buatku daripada masakan dirumah makan. Hal itu dikarenakan ibu pandai memasak, itu adalah resep turun temurun orang minang.
Terima kasih ibu aku selalu merindukanmu dihatiku. Selamat menunaikan ibadah puasa dan berlebaran, meskipun berlebaran disini hatiku selalu ingat ibu… kaulah pujaan hatiku.
Komentar Terakhir