“Jalan tak selamanya mendaki”
8 03 2008Cobaan demi cobaan selalu datang silih berganti dalam hidupku. Terkadang ada rasa putus asa serta perasaan kurang beruntung. Padahal masih banyak orang lain yang lebih bernasib buruk dariku. Kusadari aku masih muda dan banyak yang bisa kuperbuat untuk diriku dan keluargaku. “Tak selamanya jalan itu mendaki” itulah kata positif yang selalu ku sugestikan dalam diriku, saat kesulitan menghampiriku agar semangatku bangkit kembali.
Saat pulang kekampung kulihat ibuku yang berjualan gorengan, kulihat ia tiada mengeluh ia begitu tabah sebagai seorang istri dan ibu meskipun sudah 7 tahun ayahku terserang stroke. Kukatakan pada ibu “Tak selamanya jalan itu mendaki”, ibuku mengeluarkan air mata. Kutanyakan kenapa, ibu berkata ia kasihan melihatku harus menghabiskan gajiku untuk biaya adik2ku. Aku ikhlas bu, adik2ku adalah harapan masa depan keluarga ini. Aku ingin ibu bahagia melihat keberhasilan anak2 ibu mewujudkan cita2nya, meskipun kita hidup serba kekurangan. Ibu telah memberikan teladan kepada kami agar tidak menyerah atas kekurang beruntungan keadaan, semangat dan tekadnya telah menginspirasi sepanjang hayatku. Ibu kaulah cahaya hidupku seperti arti namamu Nurhayati.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : hakmalcandra


Komentar Terakhir